KeripiK Singkong Dara Kembar Sabar Dan Tabahlah Dikau… Bag II

istri n anak Riandi nurahman
Aneka Rasa “ DARA KEMBAR “ Sabar dan Tabahlah
Dikau ………….. !!! Bag. II

Satu tahun tlah berlalu sudah……., mengingatkanku kembali atas kejadian-2 yang telah menimpa aku dan Dara Kembar, Suatu kejadian yang sangat menyakitkan dan sangat memilukan tidak bakal terlupakan untuk selama hidupku dan keluargaku…..dimana setahun yang lalu….. dikala semua keluargaku termasuk aku mudik untuk menyambung tali silaturahim Berlebaran di kota Magelang. Tenyata Kota Pondok Gede yang aku tinggalkan,khususnya ditempat usahaku,telah terjadi suatu hal yang tidak aku duga sama sekali………. ( Dara Kembar Sabar dan Tabahlah Dikau Bag. I ).
Karena dari kejadian tersebut….. aku harus memulai usaha dari Nol lagi…. Usaha yang telah aku rintis selama 4 Tahun rasanya sia-2 saja karena hilang begitu saja. Karena hampir 75 % modalku hilang ditangan para tanggung jawabnya sales-2ku sendiri…. Atas barang-2 yang mereka titipkan di market…. Apakah benar mereka titipkan semua…?? Atau sebagian mereka Korupsi..???? Sungguh kejam nian Bisnis ini…………..!!!!
Aku memulai usahaku kembali dari Nol lagi dengan cara menanam modal kembali ke setiap market yang telah aku rintis selama 10 tahun di Sari Rasa Dua Kelinci.. dan 3 tahun di tempat usahaku sendiri. Karena modal berputar (Konsinyasi) yang telah aku tanamkan di toko-2 (Line OutLate ku sendiri) itu telah ditagih semua oleh sales yang aku suruh urusin langganan tersebut. Orang tersebut yang tak lain adalah suami Keponakan dari isriku sendiri bernama RIANDI NURAHMAN.
Hampir semua modalku yang tersisa ditambah modal yang aku peroleh dari pinjaman dari bank aku masukkan untuk mencari outlate dan napak tilas dari para toko-2 langganku yang telah ditagih semua tersbut. Namun belum semua rencana tersebut terlaksana, keburu habis kembali modal yang telah aku miliki saat itu. Karena jika semua modal yang telah hilang tertutupi hampir 130 Jt. Hingga tersendat-sendat kembali usaha yang aku jalani. Ditambah lagi kondisi perekonomian Negara kita saat ini memang kurang bersahabat, sehingga menambah beban berat saja atas usahaku yang baru aku rintis kembali ini. Sehingga menambah dalam atas lubang yang aku gali sendiri walau tadinya lubang itu tidak sedalam saat ini (cetek). Kejadian itu berlarut hingga tahun pertama ini sehingga lebaran tahun ini kami pun terpaksa tidak bisa menyambung tali silaturahim dengan saudara-2 yang berada di kampung halamanku untuk berlebaran di sana. Hal ini sudah menjadi tradisi kami setiap lebaran Harus pulang kampung. Ini yang menjadikan sedihnya perasaan aku dan keluargaku. Namun seandainya aku paksakan untuk mudik bisa-2 saja…. Namun kembali aku berfikir….. buat Modal awal lagi setelah Lebaran nanti mau pakai apalagi…..???? sedangkan kewajiban-2nya pun masih banyak yang belum terpenuhi. Sehingga aku putuskan tahun ini untuk tidak berlebaran dulu di Kampung Halaman.
Namun yang membuat hati ini agak lega setelah melihat dari teman-2 UKM yang lain yang mereka tidak mengalami seperti akupun banyak yang merasakan hal yang sama, bahkan banyak pula dari rekan-2 UKM pun yang tidak bisa meneruskan usahanya alias gulung tikar karena dari tingginya cost produksi dan mahalnya bahan baku, bahkan ada yang naiknya bahan baku hingga 60% namun hanya bisa menaikkan harga hasil produksinya hanya 25%. Siapa yang tahan coba…??? Aku merasa bangga dengan usahaku sendiri karena sampai saat ini masih bisa bertahan walau dengan tersendat-2.
Aku yakin uang hasil yang dikorupsi Riandi Nurahman tersebut tidak akan membuat nyaman hatinya atau menjadikan kaya baginya. Bahkan mungkin malah akan membuat tambah sengsara akan hidupnya sendiri…. Karena uang tersubut adalah haram….
Hari kemarin Tgl. 26 September 2009, tepatnya lebaran hari ke 7, pintu rumahku ada yang ketok-2 dan seorang anak kecil panggil-2 Bunda…bunda….., Begitu kaget dan terperanganya isriku…. Karena yang datang pagi itu adalah istri dan 2 anaknya dari Riandi Nurahman…. Yang tak lain adalah keponakan dari istriku….. walau bagaimana dia tetap keponakan dari istriku…. Yang tak bisa dicampur adukkan dengan urusan suaminya. Setelah masuk rumah Istriku hanya bisa memaki walau dalam hatinya tetap sayang sama dia, akupun juga demikian. Sungguh sangat disayangkan bahwa kamu dan 2 anakmu yang masih kecil ini dikasih makan dengan harta yang haram put…put…. (Putri Namanya) Dan benar juga….. setelah kami bertanya…. Ternyata sekarang dia benar-2 sengsara hidupnya…. Lebih enak ikut kami waktu itu dari paa kehidupan sekarang. Satu malam saja Putri menginap di rimahku…. Lantas siangnya pulang lagi ke bogor dengan mapir dulu ke bekasi.