PELAKU UKM KESULITAN MINYAK TANAH

Keberadaan UKM di Bekasi sangatlah banyak sekali. Dan tak sedikit pula UKM tersebut yang untuk operasionalnya masih mengandalkan bahan bakar minyak tanah. Namun dengan tidak adanya minyak tanah di pasaran, para pelaku UKM itu sangatlah kebingungan. Begitu pula dengan kami yang memproduksi Keripik Singkong bermerek Dara Kembar. Kalupun ada yang keliling dengan gerobak dorong harganyanya mencapai 9 ribu rupiah, hal ini sangatlah memberatkan para UKM seperti saya ini karenasaya hanyalah UKM kecilan yang sekarang ini hanya membutuhkan bahan bakar minyak tanah 40-50 ltr/harinya. Karena setahu saya khusus UKM yang menggunakan bahan bakar minyak Tanah dalam sebulan 3.000 liter atau kurang dari itu masih dalam harga subsidi. Namun yang terjadi adalah lain dari kenyatannya.

Akhirnya dengan menghilangnya minyaK tanah dari pasaran, sayapun mencoba untuk mengganti bahan bakar minyak dengan BBG. Namun hal itu gagal. Karena support dari gas kurang mendukung untuk semburan apinya. Ini mengakibatkan keripik singkong itu tidak mateng dan masih banyak mengandung minyak goring karena kurangnya temperature panas minyak goring untuk menggorengnya.

Selain itu menjadikan boros costnya. Karena 1 tabung ukuran 13 kg hanya berttahan 1.5 jam untuk menggoreng keripik. Itupun tidak bisa habis total karena tabung sudah menjadi beku dan pinggirannya menjadi gumpala es yang tebal. Selain itu kapasitas produksi menjadi turun drastic. Yang semula menggunakan Minyak tanah untuk 1 kompor atau 1 tungku bisa menghabiskan 5-6 kwintal singkong mentah/hari jam kerja dengan membutuhkan minyak tanah 100 liter. Sedangkan menggunakan BBG hanya habis 2 kwintal/hari jam kerja. Ini sangatlah menjadikan pemborosan cost produksi dan hasil yang tidak maksimal.

Hal ini tentunya akan menjadi gulung tikar setiap UKM apabila terus belanjut. Hal ini menjadi pikiran saya agar tetap dapur produksi bejalan, sayapun harus mencari solusi bagaimana mensiasatinya untuk menggunakan bahan bakar lainnya. Dari bahan bakar lainnya pun sudah banyak uku coba, dan ternyata tidak ada yang cocok atu pas untuk produksi keripik singkong.

Contohnya memakai briket batu bara pun tidak mensuport panasnya.selain itu sisa dari pembakarannya atau abunya akan beterbangan mengotori minyak goreng didalam wajan.Tentunya dengan keripiknya pula.dan akibatnya keripik yang sudah digoreng menjadi terkontaminasi dengan abu tersebut.

Dari hasil uji coba itu yang bisa mensuport panasnya penggantinya adalah menggunakan Bahan baka solar. Ini menjadi akhir dari uji coba saya yang untuk selanjutnya akan terus menggunakan solar sbagai penggati minyak tanah.

Namun baru sebentar atau beberapa hari saja saya menggunakan solar, Pemerintah mengeluarkan Kebijakan yang sangat memberatkan para UKM2 seperti saya ini. Betapa tidak,…. Karena POM BENSIN tidak lagi boleh atau melayani pembelian dalam bentuk atau media apapun seperti girigen..

Bagaimana kami harus bekerja kalau begini…??? Kami pun sudah menemui Fihak Pom tersebut untuk pembelian Kontinow dengan mengantongi izin-2 dari dinas setempat seperti SIUP, DOMISILI, P-IRT, dll Untuk menukkan keberadaan kami bawha kami benar-benar UKM yang membutuhkan solar tersebut, dan tidak untuk diselewengkan atau buat keperluan yang lain, namun semua itu tidak berarti, karena fihak POM pun tidak mau tahu akan hal itu….???

Itu adalah sekilas pandangan para UKM di bekasi. Kalau menurut data di bawah, Tahun 2005 saja UKM sebanyak itu bagaimana dengan tahun 2008…?? Itu pasti untuk produksi masih banyak yang menggunakan Minyak tanah.
Berikut adalah datanya :

Deputi Perdagangan Dalam Negri
Deputi Pemasaran & Jaringan Usaha
Kementerian Negara Koperasi & UKM

DEWAN KOPERASI INDONESIA DAERAH
KOTA BEKASI
JUMLAH UKM KOTA BEKASI TAHUN 2005

NO.KECAMATAN LUAS WILAYAH KECIL MENENGAH BESAR
1. Bekasi Timur 1.292.200 9.059 1.000 27
2. Bekasi Barat 1.493.715 8.079 980 13
3. Bekasi Utara 1.987.770 5.647 488 20
4. Bekasi Selatan 1.605.470 9.365 975 10
5. Medan Satria 763.166 5.517 890 17
6. Jati Asih 2.520.000 5.628 480 13
7. Jati Sampurna 2.300.000 4.271 439 10
8. Pondok Gede / 2.382.271 10.312 975 20
Pondok Melati
9. Bantar Gebang / 4.478.493 7.240 875 66
Mustika Jaya
11. Rawalumbu 1.520.000 11.612 890 13

Jumlah 21.095.918 76.730 7.883 208

JUMLAH JENIS KOPERASI

No. Jenis Koperasi 2004 2005
1. Serba Usaha 46 46
2. Pondok Pesantren 30 30
3. Simpan Pinjam 4 4
4. BMT 7 7
5. Konsumsi 36 39
6. Karyawan 148 158
7. Primkopad 4 4
8. Primkopolres 1 1
9. Kop. Warga 137 147
10. Kop. Pasar 18 18
11. Produksi 4 5
12. Pertanian 5 5
13. Koperasi Jasa 32 33
14. Koperasi Pemasaran 8 9
15. Koperasi Sekunder 2 2
16. Koperasi Wanita 4 4
17. Koperasi Wredatama 1 1

Jumlah 488 508

Apakah Cuma sampai disini keberadaan UKM-UKM di bekasi….Existensinya dan mereka harus GULUNG TIKAR dengan menyedihkan karena tidak adanya minyak tanah dan tidak bisanya membeli solar di POM…???
Kami hanya berharap Dinas terkait setempat Bisa mendengarkan keluh kesah para pelaku UKM seperti kami ini…??? Agar bisa menyambung hidup dengan para karyawan karyawan kami yang masih tersisa sedikit ini akibat krisis ekonomi yang yang berkepanjangan ini…???

Apakah kebijakan pemerimtah untuk fihak POM bensin tidak bisa dirubah kebijaksanaannya untuk para UKM…???

Kami pun dulu pernah mengajukan permohonan ke Kementrian pusat Jakarta dan daerah Bekasi tentang pengajuan minyak bersubsidi. Namus semuanya smpai hari inipunkami belum dapat jawaban.
Drafnya seperti di bawah ini :
Bekasi, 12 Juni 2008
Kepada yth.
Bapak kepala Biro Perekonomian
Pemda Kota bekasi
Di
B E K A S I

Hal : Permohonan Bantuan
Minyak Tanah Bersubsidi

Dengan ini kami sampaikan kepada bapak, bahwa saya safujiyono pemilik perusahaan / home industri Aneka Rasa yang beralamat di jalan Srikaya no.50 Rt. 003 / 011 Jati Makmur Pondok Gede Bekasi telp. (021) 849 95 573. Perusahaan kami termasuk perusahaan skala kecil ( IK ), berdiri sejak tahun 2004 Yang memproduksi keripik singkong dengan merek dagang Dara Kembar.

Informasi umum untuk perusahaan kami adalah sebagai berikiut :
1. Jumlah produksi 240 kg perhari dengan kebutuhan bahan baku singkong Sebanyak 600 kwintal per hari. Kebutuhan bahan baku singkong dipasok oleh petani dari sukabumi yang berjumlah 5 orang dengan pola kerjasama inti plasma.

2. Jumlah karyawan di bagian produksi sebanyak 10 orang dengan waktu Kerja selama 9 jam per hari.

3. Produk kami pasarkan ke pasar mini market dan warung-warung oleh tenaga pemasaran yang berjumlah 10 orang dengan wilayah pemasaran DKI Jakarta dan jawa barat.

4. Untuk menggoreng singkong kami memiliki 1 tungku yang dipanaskan dengan kompor minyak tanah sistim spiral / abc dengan kebutuhan minyak tanah sebanyak 100 liter per hari.

Sehubungan dengan kebijakan pemerintah khususnya mengenai kenaikan harga BBM, saya selaku pengusaha kecil ingin menyampaikan kepada Bapak beberapa hal yang mengganggu kelancaran usaha kami dan apabila hal ini berlanjut dalam waktu yang lama, perusahaan kami akan gulung tikar.

Hal – hal yang ini kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Karena tingginya minyak tanah dan sulit untuk mendapatkannya, kami telah mencoba menggunakan LPG. Dengan menggunaka LPG ada resiko yang harus kami tanggung yaitu biaya dan kwalitas produk.

2. Resiko biaya, 1 Tabung gas ukuran 12 kg dapat digunakan hanya 1.5 jam, berarti untuk 1 tungku diperlukan 6 tabung gas per hari. Biaya yang diperlukan untuk pembelian 12 tabung ( 6 tabung gas pengganti ) sebesar Rp.7.200.000,- dan untuk pegisian per hari sebesar Rp.360.000,- sedangkan dengan menggunakan minyak tanah biayanya sebesar Rp.250.000,- per hari ( tambahan biaya sebesar Rp.110.000,- )

3. Resiko kwalitas, secara teknis menggoreng singkong menjadi keripik singkong dengan LPG kwalitasnya kurang baik karena suhunya kurang panas sehingga singkong kurang mengembang ( kurang mateng ) dan tidak renyah serta minyak banyak menempel yang mengakibatkan daya tahannya menurun ( cepat Tengik ).

Sehubungan hal tersebut dan untuk kelangsungan usaha serta kelangsungan hidup karyawan, petani yang berjumlah 25 orang ( 60 orang ) termasuk anggota keluarga, mohon kiranya Bapak dapat membantu kami menyediakan minyak tanah bersubsidi sebanyak 100 liter per hari.

Demikian kami sampaikan dengan penuh harapan kiranya Bapak dapat membantu kami dan atas bantuan Bapak kami sampaikan terimma kasih.

Hormat Kami,

( Safujiyono )
Tembusan :
1. Bapak Mentri Perindustrian RI
2. Bapak Dirjen IKM, Depperin